Memoir II
5 Februari 2025
pada suatu mimpi:
bayangan menjelma parasmu
berjalan jauh ke selatan dan memudar
sebelum sempat aku mengutarakan tanya:
bagaimana bisa cintamu kekal, disini?
dan mungkin sejumlah tanya lagi
tentang arsip waktu yang membias
mengirim catatan suatu senja
di tanah timbun, tepian garis laut
muda mudi dan keramaiannya
cakrawala, busur angin dan langit merona menjadi
satu samudra dan keluasannya:
di matamu
malam mungkin percaya bahwa
lupa akan membebaskan luka
tapi mungkin
dinginnya pernah berharap
agar kita bertemu
di suatu fragmen kenangan
atau di kehidupan yang lainnya