Memoir 1

16 Agustus 2023


malam ini aku menemui hadirmu
memoar penuh haru dan sendu, seperti dingin yang menjalar
kota yang dulu terasa asing kini dipenuhi kenangan tentangmu
secara perlahan samar: menjelma senyuman, menjelma air mata

kita pernah berusaha mengurai hidup
tentang kita yang memang tak menanamkan apa apa, dan tak kehilangan apa apa
akan tetapi kau selalu bisa menangis untukku,
sementara hatiku kering
dan matamu masih menyimpan kesedihan

bagaimana aku bisa memperlihatkan cintaku?
sementara aku sebuah benda
materi dingin yang padat, penuh diisi ruang hampa
aku hanya bisa melebur untukmu

kenapa kita bertemu?
kenapa hatiku biru?
kenapa aku mencintaimu?
kenapa kau tak rela melepasku?

sayangku, janganlah bersedih selarut ini
pejamkan matamu dalam nyanyian, dan merekah
jiwa-jiwa akan selalu rapuh, sementara hidup tetap harus berjalan
atau berlari menjauhi waktu
yang menguap ke palung langit
di kedalamannya tinggalah rindu sendiri,
dan suatu saat akan bercerita tentang mimpi-mimpi di sebelah tidurmu